LIMA PULUH KOTA — Kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui inovasi pengolahan sampah organik membawa nama Polres Payakumbuh ke tingkat nasional. Rumah Kompos Sago Mandiri yang digagas Aiptu Mulia Raja, S.I.P., mendapat perhatian dalam ajang Kompolnas Awards 2026 dan menjadi salah satu nominator kategori perseorangan pada indikator Planet.
Keseriusan terhadap inovasi tersebut terlihat saat Tim Kompolnas Awards 2026 melakukan visitasi dan verifikasi lapangan di Rumah Kompos Sago Mandiri, Jorong Koto Baru, Nagari Banda Dalam, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (21/8/2026).
Visitasi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi yang lahir dari kepedulian seorang personel Polri terhadap persoalan lingkungan itu dijalankan di tengah masyarakat.
Tim juri tidak hanya melihat keberadaan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga menggali dampak program, manfaat yang dirasakan masyarakat serta sejauh mana keterlibatan warga dalam menjaga keberlanjutan Rumah Kompos Sago Mandiri.
Dalam kegiatan tersebut hadir Juri Kompolnas Awards Dr. Yusuf, S.Ag., M.H., bersama rombongan. Turut hadir Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H., Kasubbagdumasanwas Itwasda Kompol Alkadri Trijaya, S.H., M.M., Wakapolres Payakumbuh Kompol Romarpus Almi, S.H., M.H., anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota M. Fajar Rillah Vesky, unsur Forkopimca, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta kelompok tani.
Berawal dari Kepedulian Personel
Rumah Kompos Sago Mandiri menjadi gambaran bahwa tugas anggota Polri tidak selalu berhenti pada persoalan keamanan dan penegakan hukum. Di tengah masyarakat, personel kepolisian juga dapat mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan melalui inovasi sederhana namun memiliki manfaat jangka panjang.
Aiptu Mulia Raja mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi kompos sebagai salah satu upaya mengurangi persoalan sampah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Program tersebut kemudian berkembang dengan melibatkan masyarakat dan kelompok tani. Sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan diarahkan untuk diolah sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
Konsep inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam inovasi Rumah Kompos Sago Mandiri, karena menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Polda Sumbar Apresiasi Prestasi Aiptu Mulia Raja
Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., memberikan apresiasi atas masuknya Aiptu Mulia Raja sebagai nominator Kompolnas Awards 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian personel Polri dapat dilakukan melalui berbagai bidang dan tidak terbatas pada tugas kepolisian secara konvensional.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Aiptu Mulia Raja yang telah membawa nama baik Polda Sumatera Barat di ajang nasional Kompolnas Awards 2026. Inovasi pengelolaan sampah organik ini menunjukkan bahwa anggota Polri mampu hadir memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat," ujar Susmelawati.
Ia mengatakan, inovasi tersebut sejalan dengan semangat transformasi Polri yang mendorong personel untuk hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Ini adalah gambaran bahwa personel Polri di tengah masyarakat dapat menjadi penggerak perubahan. Ketika kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat, maka manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," katanya.
Kapolres Payakumbuh Dorong Personel Terus Berinovasi
Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta menegaskan bahwa jajaran Polres Payakumbuh terus memberikan ruang dan dorongan kepada personel untuk menghadirkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep beyond duty menjadi salah satu semangat yang harus terus dikembangkan sehingga kehadiran polisi tidak hanya dirasakan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan maupun penegakan hukum.
"Visitasi ini merupakan motivasi besar bagi keluarga besar Polres Payakumbuh. Melalui inovasi Rumah Kompos Sago Mandiri yang dimotori oleh Aiptu Mulia Raja, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh masyarakat," ujar Irwan.
Ia berharap keberadaan Rumah Kompos Sago Mandiri dapat terus berkembang dan menjadi contoh bahwa kepedulian personel di tingkat lapangan mampu melahirkan inovasi yang berdampak luas.
Juri Tinjau Langsung Rumah Kompos
Dalam proses visitasi, Tim Juri Kompolnas Awards mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari pemaparan program, pemutaran video, peninjauan lokasi pengolahan kompos hingga berdiskusi langsung dengan masyarakat.
Interaksi bersama kelompok tani, tokoh masyarakat dan unsur Forkopimca menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Tim juri dapat melihat secara langsung keterlibatan masyarakat sekaligus menggali manfaat yang telah dirasakan dari keberadaan Rumah Kompos Sago Mandiri.
Bagi Polres Payakumbuh, capaian tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah ajang penghargaan. Lebih jauh, nominasi Kompolnas Awards menjadi pemicu agar personel terus melahirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Rumah Kompos Sago Mandiri juga menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat dihadapi melalui kolaborasi. Ketika kepedulian personel Polri bertemu dengan partisipasi masyarakat, sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi kompos dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Inovasi Aiptu Mulia Raja sekaligus memperlihatkan wajah lain pengabdian kepolisian. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui inovasi tersebut, Polres Payakumbuh berharap semangat kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang nyata, humanis dan berkelanjutan.
**EYS

0 Komentar